Sabtu, 30 April 2011

Kongres PARFI digelar 23-26 Mei 2011

PERSATUAN Artis Film Indonesia (PARFI) siap menggelar kongres ke XIV di Hotel Sahid Jakarta pada 23-26 Mei 2011. Kongres ini merupakan inisiatif sejumlah anggota, setelah kepengurusan Ketua Umum Hj Jenny Rahman demisioner sejak setahun silam. "Kami berinisiatif mengelar kongres untuk melanjutkan kegiatan organisasi dan menentukan ketua umum yang baru," kata Firman Nurjaya, salah seorang koordinator panitia pelaksana kongres PARFI ke XIV kepada Kabar Film, Senin (14/3/2011) di Gedung Film, Jakarta Selatan.
Panitia kongres terbentuk 14 Februari, dan berupaya untuk memilih ketua umum dan jajarannya agar menjadikan PARFI sebagai organisasi artis yang independen dan mempunyai peranan penting di tengah kemajuan perfilman indonesia.
Kepanitian kongres PARFI ke XIV diketuai oleh Aa Gatot Brajamusti melibatkan beberapa nama artis seperti Paramitha Rusady, Elma Theana, Atin Martino, Goerge M Taka, Yana Rini Achbarie, Sandra Nahollo, Erna Santoso, MH. Thamrin Lubis dan Firman Lubis, dan Ketua PWI Jaya Seksi Film dan Kebudayaan Teguh Imam Suryadi sebagai Koordinator Bidang Publikasi dan Dokumentasi.
Pada hari dan tempat yang sama di acara presconf dan syukuran kongres PARFI ke XIV, Aa Gatot kepada wartawan menjelaskan keterlibatannya dalam kongres ini ingin melihat PARFI berjalan dengan lancar, damai tanpa ada konflik.
"Siapapun yang akan terpilih menjadi ketua umum parfi kita serahkan saja kepada anggota, sebab kedaulatan ada di tangan anggota, pemilik suara dalam pemilihan nanti," ujar Aa Gatot.
Pada kesempatan itu, Aa Gatot mengimbau kepada seluruh anggota PARFI untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam kongres nanti.
"Maju tidaknya organisasi ini tergantung pada pengurus dan anggotanya, kalau ada kekurangan mari kita perbaiki, apapun yang terjadi kita tetap satu hati," ujarnya semangat.
Beberapa dasar-dasar yang ingin Aa Gatot rumuskan demi kemajuan PARFI antaranya membentuk LBH PARFI untuk membela hak-hak para artis anggota PARFI, bermitra secara signifikan dengan sesama organisasi perfilman seperti KFT dan PPFI, demikian juga dengan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang terkait bidang perfilman. (tis)