Selasa, 11 Mei 2010

Rumah Orator Aksi Damai di Paser Diteror


tribun kaltim/sarassani
Masripan menunjukkan jendela rumahnya yang pecah akibat dilempar batu, Selasa (11/5).
Selasa, 11 Mei 2010 | 14:26 WITA

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Sarassani

GROGOT, tribunkaltim.co.id - Pascaaksi unjuk rasa damai Jaringan Pemantau Independen (JPI) dan Tim Sukses (Timses) Pasangan Calon Drs H Yusriansyah Syarkawi MSi-Drs H Azhar Bahruddin MAP (Yus-Azhar) di Mapolres Paser, Senin (10/5) lalu, dini harinya, pukul 00.15, Selasa (11/5), rumah Masripan, orator dalam aksi damai dilempari batu oleh orang tak dikenal.

Tidak diketahui berapa jumlah pelaku yang melakukan teror tersebut, sebab Masripan sendiri baru mengetahui kalau dua kaca jendelanya pecah setelah pagi harinya. "Sebenarnya istri saya mendengar suara keras di depan rumah, tapi karena saya sudah kecapekan, saya jawab kalau itu ulah kucing," kata Masripan, Selasa (11/5).

Selanjutnya, peristiwa dilaporkan ke Polres Paser, dan dua buah batu sebesar kepalan tangan orang dewasa telah dijadikan barang bukti kejadian tersebut. Masripan memperkirakan kalau peristiwa tadi malam merupakan dampak dari aksi damai di Polres Paser, sehingga ia mengaku sangat keberatan terhadap kejadian ini.

"Sudah saya laporkan, dan saya rasa kejadian ini merupakan dampak aksi damai kemarin. Ini seperti bentuk teror, sama seperti percobaan pembakaran rumah Ketua JPI beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Seperti diberitakan, Senin (11/5), JPI dan Timses Yus-Azhar menggunakan hak berdemokrasi dengan melakukan unjuk rasa damai di Mapolres Paser, terkait dengan tuntutan kasus penggunaan ijazah paket HM Ridwan Suwidi yang diduga palsu agar cepat diproses, mengingat tahapan Pemilukada Paser terus berjalan. (*)

»»  READMORE...

Senin, 10 Mei 2010

Polres Paser Didemo


tribun kaltim/sarassani
Kelompok masyarakat yang melakukan demo di Polres Paser, Senin (10/5/2010).

Senin, 10 Mei 2010 | 13:31 WITA

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Sarassani

TANAH GROGOT, tribunkaltim.co.id - Jaringan Pemantau Independen (JPI) dan Tim Sukses (Timses) Pasangan Calon Drs H Yusriansyah Syarkawi Msi-Drs H Azhar Bahruddin MAP (Yus-Azhar) melakukan aksi demo di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Paser, Senin (10/5/2010), terkait dengan perkembangan penyidikan kasus dugaan ijazah palsu milik salah satu calon bupati 2010-2015.


Dalam orasinya, Pendiri JPI Andi Samudra mengatakan pelaku pembuat ijazah yang diduga palsu telah diperiksa dan ditetapkan menjadi tersangka. Sementara orang yang memesan ijazah tersebut, kemudian digunakan untuk mendaftar sebagai calon bupati 2010-2015, sampai sekarang belum diperiksa dan ditahan.


"Ini tidak lagi masalah pelanggaran Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) Paser, tetapi juga menyangkut persoalan mafia pendidikan, yang mana pelaku-pelakunya sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan pemesan sekaligus penggunanya masih bebas berkeliaran," kata Andi.


Hal senada diungkapkan, Ketua Tim Pemenangan Yus-Azhar, Kartika Yuli Prasojo. Menurutnya, proses hukum kasus pencemaran nama baik di dunia maya atau facebook bisa ditangani dengan cepat, sedangkan kasus dugaan kecurangan Pemilukada terkesan sebaliknya. (*)

»»  READMORE...