
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Sarassani
Tidak diketahui berapa jumlah pelaku yang melakukan teror tersebut, sebab Masripan sendiri baru mengetahui kalau dua kaca jendelanya pecah setelah pagi harinya. "Sebenarnya istri saya mendengar suara keras di depan rumah, tapi karena saya sudah kecapekan, saya jawab kalau itu ulah kucing," kata Masripan, Selasa (11/5).
Selanjutnya, peristiwa dilaporkan ke Polres Paser, dan dua buah batu sebesar kepalan tangan orang dewasa telah dijadikan barang bukti kejadian tersebut. Masripan memperkirakan kalau peristiwa tadi malam merupakan dampak dari aksi damai di Polres Paser, sehingga ia mengaku sangat keberatan terhadap kejadian ini.
"Sudah saya laporkan, dan saya rasa kejadian ini merupakan dampak aksi damai kemarin. Ini seperti bentuk teror, sama seperti percobaan pembakaran rumah Ketua JPI beberapa waktu lalu," ungkapnya.
Seperti diberitakan, Senin (11/5), JPI dan Timses Yus-Azhar menggunakan hak berdemokrasi dengan melakukan unjuk rasa damai di Mapolres Paser, terkait dengan tuntutan kasus penggunaan ijazah paket HM Ridwan Suwidi yang diduga palsu agar cepat diproses, mengingat tahapan Pemilukada Paser terus berjalan. (*)
